Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

16 Feb 2011

Sepenggal Curhatku untuk Tuhan…..........

Sepenggal Curhatku untuk Tuhan….


OPINI | 16 February 2011 | 11:1622


Tuhan aku bertanya ……….
Kenapa Moral Bangsa ini tak pernah diperhatikan justru pembuat onar yang diperhatikan
Kenapa Agama kami justru yang dipersalahkan sementara sang penista dibela mati-matian
Kenapa Kecaman itu datang disaat kepedulian mulai dimunculkan
Kenapa justru kami yang termarginalkan sementara musuh-musuh-Mu bebas berkeliaran
Menebarkan kebencian diantara sudut-sudut mata hati generasi yang rapuh
Kenapa sang penguasa menyebut kami sebagai umat anti kemapanan sementara sang perusuh tersenyum diantara penjilat-penjilat negeri
Padahal Tuhan-ku ?…………
Engkau menyebut kami sebagai ummat yang terpilih
Engkau menyanjung kami sebagai umat yang diberkahi
Engkau memuji kami sebagai umat yang istiqomah
Engkau menjanjikan kami sebagai umat pewaris bumi
Dan Engkau pun akan menghadiahi kami berbagai kenikmatan surgawi
Wahai sang Pencipta semesta alam
Apakah ini semua sebagai bukti bahwa kami banyak berbuat dosa
Apakah ini semua sebagai bukti bahwa kebathilan sedang dipuncak pendawa
Apakah ini semua sebagai bukti bahwa kami terbuai akan intrik yg dimainkan para pendusta
Apakah ini semua sebagai bukti bahwa agama akan lenyap dibumi nusantara
Dan Apakah ini semua sebagai bukti bahwa Kiamat sudah didepan mata
Tuhan ku yang Maha bijak!………………
Aku hanya meminta
Aku Hanya memohon
Aku hanya berharap
Dan aku hanya meratap
Tunjukan bahwa kebenaran itu adalah benar
Dan tunjukan lah kesalahan itu adalah salah
Bulatkan tekad kami untuk selalu menyuarakan kebenara
Kuatkan hati kami untuk menghindar dari segala tipu daya
Berkahi perjalanan kami untuk menuju ridho-Mu
Dan Surga-Mu yang engkau janjikan bisa kami tempati.

17 Jan 2011

Sajak Terbaru Adhie M Massardi: ''Republik Kebohongan''

Republik Kebohongan
Sajak Adhie M Massardi
Minggu, 16 Januari 2011 , 23:10:00 WIB


Sejatinya, negara dibangun berdasarkan kontrak sosial yang mencerminkan keadilan bagi semua warga negara. Dan, kontrak sosial mesti dilandasi oleh kejujuran dan saling percaya dari semua anak negeri. Apa jadinya jika sebuah republik dilandasi oleh kebohongan dan persekongkolan segelintir orang?


Inilah cermin yang disajikan oleh mantan Jurubicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi, dalam bentuk sajak.


Republik Kebohongan


Inilah Republik Kebohongan
Yang dibangun dari puing kepura-puraan
Menjadi surga bagi para penjarah
Karena penguasanya juga bedebah


Tahukah kamu ciri-ciri para bedebah?


Itulah mereka
Yang kalau berkata isinya dusta
Kalau berikar mereka ingkar
Kalau diberi amanat mereka khianat


Di Republik Kebohongan
Hukum hanyalah alat kekuasaan
Bagi mereka penjara hanya kata basi
Tak ada tembok apalagi terali besi


Maka bila bedebah rendah jatuh sial
Tak akan sungguh-sungguh masuk sel
Masih sanggup menjangkau semua pulau
Atau nebar daya pukau dan tetap disebut: beliau


Para bedebah akan tetap gagah dan menjarah
Karena orang baik hanya bisa berbisik-bisik
Sedangkan para imam hanya bisa menggumam
Sambil berharap Tuhan segera turun tangan


Padahal Tuhan sudah berfirman:
Tak akan mengubah nasib suatu bangsa
Kecuali rakyatnya bergerak berarak-arak
Meruntuhkan istana kebohongan..!!

16 Jan 2011

Sikap Kita Menentukan Segalanya.........

SIKAP


Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan


Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.


Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.


Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi


Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.


Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.


Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!